December 17, 2009

About me now

My life before was only about my mom, my father, and my brother
My life before was much harder though I can’t share to anyone else
My life before was a selfish life, and care to no one
My life before was a plain either white or black
Had no clue what’s going on and what will happen tomorrow, only followed the scenario that has been made for me

My life now is also about myself
My life now start to brightened
My life now completed with dreams and hopes
My life now is warmer
My life now makes me realize that I have nothing on my own
My life now makes me afraid that someday I will lose everything

My life now is you
What I am afraid of is losing you
What I am going to do is loving you every second I have
What I really want is being with you wherever, whenever
You own a very special place here

October 13, 2009

Untuk ibu yang tak pernah kukenal

Barisan kata yang bercerita

Tentangmu, hidupmu dan perjuanganmu

Barisan kata yang bercerita dengan cinta dan tentang cinta

Cinta yang tak minta dibalas. Cinta yang tak ingin diingat

Kaulah barisan kata, kaulah hidup, kaulah perjuangan

Dan kaulah cinta

Dunia membatasi kita untuk bertemu

Tapi ceritamu, cintamu dan kasihmu, masih kutemui

Indah, damai, tidak tergantikan

Di matanya, di hatinya dan di setiap langkahnya

Ibu, terima kasih untuk cintamu padanya

Simpuh hormatku padamu yang telah menanamkan cinta di hatinya

Ibu, senyum dan bahagia ibu di sana adalah senyum dan bahagia kami di sini

Aku ingin menjaga dia sampai akhir hayatku

Semoga ibu tersenyum untuk kami

*Untuk ibu yang hanya bisa kukenali kenangannya. Terima kasih dan ijinkan aku menjaganya. Menjaga putramu.

October 07, 2009

031009

When I saw them, there was like no other world outside their soul
When I looked at them, there was only love between them
No tears, no sorrow...
Is it going to be our turn? To be there? In our small garden... sitting in a bench, thinking about nothing... and together until the end of our time...
Only you and me and our life...

September 15, 2009

After sometimes

Two years ago. I was there. Trying to survive in a new world. After all, it's now the time for me to wake up. Back to the reality. Building my dreams. Preparing the future.
There is a time when I realize that this life is still about struggling. A time when I just want to lay down in my bed, doing nothing. But there is always a time to swing my feet, facing what they called "the world".

August 11, 2009

Mulut

Tuhan menciptakan sepasang mata, sepasang telinga, sepasang kaki, sepasang tangan, bahkan sepasang jantung. Dan Tuhan hanya menciptakan satu mulut.
Karena dari satu mulut, kata terangkai, kalimat terungkap, sumpah terucap. Dzikir hingga fitnah, bermula dari mulut.
Ketika kata terangkai hanya berdasar prasangka, apakah itu bukan fitnah?
Ketika kalimat terungkap hanya berdasar duga, apakah itu bukan fitnah?
Tanpa memilih pada siapa fitnah itu akan berujung. Hidup seseorang, sebuah keluarga, suatu negara, berada di ujung keburukan. Buruk yang bukan dikarenakan kesalahan yang mereka buat, tapi karena fitnah yang tak mereka rencanakan datang.
Aku, aku tak punya nyali untuk bertindak, aku tak punya keberanian untuk membela.
Aku, aku akan selalu berdoa, semoga Tuhan ku, Robb-ku akan melindungi saudara-saudaraku. Saudaraku seiman, saudaraku seagama.
Fitnah, sekecil apapun, dari mulut siapapun, lebih kejam dari membunuh.
May the blessing of Allah SWT be upon us. Amin.

July 26, 2009

A lie

I just realized that this feeling was so strong.
I thought I've been decided to surrender.
I've been decided to fly my dream.
I thougt I've completely forgot or.. I lied to myself.
Is it that hard to see someone that I really adore find a choice?
I should happy to see them, they are both frends of mine.
But I can't. I just can't.

July 14, 2009

Kembali

Cinta kemana?
Pergi...!!!!

Hati?
Pergi juga...!!!!

Lalu apa yang tertinggal?
Asa....!!! Itupun menggantung sebagian di langit.

Ya sudah, kalau begitu bangun saja kembali tembok es yang lebih kuat. Karena yang akan datang sudah pasti lebih kejam.

Tapi ibu bilang sudah tidak berguna lagi kubangun seribu tembok es, toh nanti juga akan menjadi tetes yang pedih. Bagaimana kalau kuserahkan saja pada langit?

Jangan. Langit hanya melihatmu dari jauh. Tak pernah dia tahu yang sebenarnya. Sudah kubilang, bangunlah tembokmu paling tidak sama kuat seperti yang dulu. Cukup untuk membantumu bertahan sampai kau temukan lagi jiwamu. Karena sebentar lagi, duniamu akan kembali.


June 24, 2009

Esok

Bisaku hanya berencana
Mampuku hanya berumpama
Jangankan esok, sedetik lagi pun tak bisa kuterka

Angkuhku menutupi rasa
Seakan lusa sudah terbaca

Robb, ampuni aku atas kesombonganku
Peganglah hatiku, selamatkan jiwaku
Dan bawalah selalu aku dijalanMu

April 11, 2009

it's all fake

it's all about fake
i dont really want to say bout this
but i cant keep it myself
all these times, for this two years were only a fake
nothing came from someone's heart
it's all happened just because the need
not because of love

now im really miss my family
my REAL friends, those who previously a stranger which became my family
those who really understand what love is, what friendship is
those who really appreciate a brotherhood
those who really care to me even we did not come from the same blood

i really want to escape from here
finish all these things
and forget everything
nothing priceless that i should remember

why we're too far mom, dad, lu
i need to feel your hugs
i need to see you're all laughing
or just lying in our bed and talking something funny

i count the day
almost for months left
and i hope the coming days will go faster than it usually
from now on i'll try to change myself
there's no need for me anymore to be a nice person, to be a kind friend,
no more
the coming for months left are for me, only for myself
i promise!!!!!

March 27, 2009

Set me free

170808

Hangatnya sapa memulai rasa
Biarpun hati masih terpenjara ragu
Karena takut memanggil kembali cerita luka

Mulut mampu merupa kata
Mata bisa sembunyikan asa
Tapi rasa tak pernah dapet memungkirinya

Sama itu ciptakan nyaman
Beda itu sempitkan ruang

Hati tetap hening enggan bersuara
Walau sebenarnya ingin bercerita pada dunia
Tentang indahnya asa

Hati tetap diam membatin
Walau sebenarnya ingin bercerita padanya
Tentang hangatnya rasa

Hati tetap bergeming
Takut jika cerita luka kembali datang
Dan biarkan rantai waktu yang menentukan

February 24, 2009

Suka padanya tapi rindu pada yang lain

I am impressed with the transport system in this country. I was wondering how can they manage everything in such a way? They really try to keep the quality of their public services. Time becomes an important thing in this situation. You can plan your journey anywhere precisely. You can even estimate what time should you leave your house when you have an appointment at let say 10 am. Other informations like which bus or train should you take, which halte should you stop, also how long it takes to walk from the halte to your friend's house also can be estimated. All of these information you can easily get from the website. NS (Nederlands Spoorwegen) has an official website where you can find everything you need for your journey an very simple way. And believe me that you will hardly find such a delay for your journey (ga ada tuh cerita kereta ekonomi ngalah karena ada kereta express mo lewat).

At the same time I write this, I remember Jakarta. The most busiest city in my country. Everything there is in an opposite way as here. However I realize that I love my country more. I miss the crowdedness of Slipi more. I miss bajaj, ojek, bis ngetem, mikrolet 09 which are very easy to find, doesn't matter how late I am, doesn't matter what day it is. Lebih milih dianter tukang ojek depan kantor yg bisa ngebut dan "menyesuaikan" rute dengan kadar kemacetan.



*ditulis di kereta Utrecth-Ede, ketika pulang dari rumah pak Kedubes di Den Haag hari sabtu jam 10 pm. dan merasa hidup di negaraku lebih nikmat.

January 23, 2009

Negara yang aneh

Kalimat itu dulu pernah ada yang mengucapkan, tapi tak kuingat siapa "negara yang aneh". For me, that refers to the weather in this country. So weird but amazing at the same time. Maklum, karena negaraku adalah negara tropis yang cuma punya 2 musim (tak termasuk di dalamnya musim durian, musim banjir, musim kondangan or musim kampanye).
Pertama sampai di negara ini, orang-orang menyebut "autumn season". Sayangnya, saat itu berbagai macam "shock" membuatku lupa untuk menikmati musim gugur. Tahun ini baru bisa bener-bener kunikmati dan kukagumi dia. Ketika daun mulai berubah warnanya dari hijau lalu merah kemudian kuning dan akhirnya jatuh. Indah. Pernah kulihat 3 warna sekaligus pada 1 pohon. Seperti menceritakan aku, dulu, sekarang, dan nanti saat tiba waktunya berada di tanah. Setelahnya, hampir semua pohon tak berdaun. Tertinggal rantingnya saja yang kurus dan menjuntai. Sebagian kecil semak dan rumput yang masih bertahan dengan hijaunya. Hmmm...
Lalu orang-orang berganti menyebut "winter season". Tahun-tahun lalu, salju biasanya turun di bulan Januari atau Februari, tapi tidak tahun ini. 23 November, sehari sebelum umurku genap 26 tahun, salju turun. Thanks Robb for this "cadeau". What can I say about the snow? Luar biasa. I love snow. Dengan semua kekurangannya, dingin dan licin. Tapi putih itu aku suka. Sepertinya Dia menutup semua yang ada di atas bumi ini dengan kain halus berwarna putih. Seperti sesuatu yang baru saja hadir. Putih, tak bernoda. Dan kembali seperti mengingatkanku, 26 tahun yang lalu, ketika ibu bertaruh nyawa untukku, ketika ayah mengumandangkan adzan pertamaku, ketika tangis adalah hal pertama yang kubisa, ketika Dia memberiku kesempatan untuk hidup di dunia ini sebagai manusia yang putih, tak bernoda.
Entah memang begitu hukum alamnya atau hanya kebetulan saja, hari setelah turun salju akan selalu ceria, surya pun menampakkan dirinya. Cantik.
"Winter" tak hanya berarti "sneew", tapi juga hujan dan angin. Hal lain yang membuat negara ini semakin aneh. Detik ini kulihat merah surya di ufuk timur, tapi tak berselang 10 menit, langit telah mengubah wajahnya menjadi kelabu. Dan menit berikutnya, langitpun meneteskan airnya bersama angin yang meniup entah darimana. Dinginpun melebihi ketika salju turun. Sisi lain dari musim ini.
Haripun berubah, menjadi lebih panjang. Dedaunan mulai tumbuh. Bunga mulai bermekaran. Sedikit demi sedikit, seperti sedang menggeliat bangun dari tidurnya. Kelinci, tupai mulai berani keluar dari sarangnya walau masih saja disertai hujan. Nampaknya dia tak rela jika keberadaannya akan dilupakan ketika semua beralih ke indahnya "spring". Matahari jadi lebih rajin muncul di pagi hari. Saat itupun kembali langit akan menunjukkan wajahnya yang cantik, tak tampak sedih dan kelabu, tapi biru dan teduh. Gumpalan kapas melengkapinya. Bergerombol kadang berjajar kadang menutupi wajah langit seperti cadar tipis. Tak pernah kubisa berhenti mengagumi langit. Malam pun tak mau kalah, bintang ribuan, cahayanya berpendaran. Walaupun munculnya tak sesering ketika dia muncul di langit rumahku, tapi dia sama. Sama-sama gemerlap, "glamour" tapi tak mudah diraih.
Dan "summer". Musim yang dinantikan oleh semua. Oleh bunga tulip yang sedang berdormansi, oleh kuncup daun yang ingin melihat matahari, oleh manusia yang rindu hangat mentari. Seakan mengerti, suryapun tidak akan buru-buru pergi. Sabar menemani, hingga batas lelah terlalui. Jam 10 malam baru dia akan beringsut undur diri, juga untuk beristirahat. Agar siap kembali menyinari bumi esok harinya.
Tidak terlalu banyak yang bisa kunikmati dari musim ini. Karena aku telah menikmatinya juga di negaraku sendiri. Hangatnya mentari dan indahnya bunga tulip. Bedanya, di negaraku yang kurasakan adalah gerah, karena bercampurnya polusi dan emosi manusia yang berusaha untuk menafkahi dirinya.
Ketika aku pulang nanti, pasti putihnya salju menjadi hal yang paling ingin kutemui lagi. Tapi aku akan menikmati indahnya langit dan bulan rumahku.

January 22, 2009

Free like a bird

Tiap sore, kulihat mereka terbang rendah. Tanpa ada rasa takut. Tanpa ada kecurigaan sesuatu yang akan melukainya bahkan menginginkan nyawanya.

Riang, berkicau, entah mungkin sambil tertawa bersama sejenisnya. Yang terdengar di telingaku hanya bisa kuterjemahkan sebagai kicauan.

Burung-burung itu terbang menuju jendelaku, lalu tiba-tiba membelok, menukik atau menembus awan.

Tak jarang bertandang sejenak di pucuk pohon yang kini tak berdaun. Tapi tak pernah lama, sekejap sudah membentangkan lagi sayapnya di udara.

Bebas.

Mungkin hari adalah semangat baginya. Dan saat hari berubah menjadi malam, mereka akan pulang.

Mungkin segera berbaring ,dengan senyuman dan angan bahwa besok mereka akan terbang lagi. Seingin hati. Menjelajahi langit tak berbatas.

Aku, bisakah sebebas mereka? Aku manusia. Aku mencipta norma. Dan aku hidup dalam aturanNya. Tapi bukankah burung juga hidup dalam aturanNya?

January 19, 2009

Struggling with my experiment

Pffff.... The day is getting harder and harder. Not because the weather, not because my personal "homesick" feeling, not because I'm getting bored. But, because my time is almost end.
No such exciting results, no wonderful graphs, no amazing data.
Do I did something wrong? I think I was doing everything as what it should. I know that there will be mistakes in every experiments but I try to learn from the mistakes and correct it.
Sometimes I feel really under pressure. Even no one push me to work that hard, but myself want me to do. Sometimes I really afraid making a mistake, I work very carefully. Let say a bit time consuming, but since it doesn't against the rule, I'm sure that I have permission to do it.
My department provide me everything I need to run my experiment, so facilities won't be a reason for "not good" results.

Time is other thing, I have only 1,5 months left. Still lot of things to do. Hhhhh... Can I make it?
My bosses said that the thing is I learn something from what I've done and those "things" I should share with my collegue when I back home to my office.
A friend of mine told me that being in this phase, I should really try to enjoy everything in front of me, otherwise I will down.
Robb, tell me what should I do?