Pergi...!!!!
Hati?
Pergi juga...!!!!
Lalu apa yang tertinggal?
Asa....!!! Itupun menggantung sebagian di langit.
Ya sudah, kalau begitu bangun saja kembali tembok es yang lebih kuat. Karena yang akan datang sudah pasti lebih kejam.
Tapi ibu bilang sudah tidak berguna lagi kubangun seribu tembok es, toh nanti juga akan menjadi tetes yang pedih. Bagaimana kalau kuserahkan saja pada langit?
Jangan. Langit hanya melihatmu dari jauh. Tak pernah dia tahu yang sebenarnya. Sudah kubilang, bangunlah tembokmu paling tidak sama kuat seperti yang dulu. Cukup untuk membantumu bertahan sampai kau temukan lagi jiwamu. Karena sebentar lagi, duniamu akan kembali.
No comments:
Post a Comment