Tiap sore, kulihat mereka terbang rendah. Tanpa ada rasa takut. Tanpa ada kecurigaan sesuatu yang akan melukainya bahkan menginginkan nyawanya.
Riang, berkicau, entah mungkin sambil tertawa bersama sejenisnya. Yang terdengar di telingaku hanya bisa kuterjemahkan sebagai kicauan.
Burung-burung itu terbang menuju jendelaku, lalu tiba-tiba membelok, menukik atau menembus awan.
Tak jarang bertandang sejenak di pucuk pohon yang kini tak berdaun. Tapi tak pernah lama, sekejap sudah membentangkan lagi sayapnya di udara.
Bebas.
Mungkin hari adalah semangat baginya. Dan saat hari berubah menjadi malam, mereka akan pulang.
Mungkin segera berbaring ,dengan senyuman dan angan bahwa besok mereka akan terbang lagi. Seingin hati. Menjelajahi langit tak berbatas.
Aku, bisakah sebebas mereka? Aku manusia. Aku mencipta norma. Dan aku hidup dalam aturanNya. Tapi bukankah burung juga hidup dalam aturanNya?
No comments:
Post a Comment